Industri musik Tanah Air tengah berduka atas kepergian penyanyi bersuara khas, Vidi Aldiano. Ia meninggal dunia pada Sabtu, 7 Maret 2026 pukul 16.33 WIB dalam usia 35 tahun. Kabar wafatnya disampaikan pihak keluarga dan langsung mengejutkan banyak penggemar serta rekan sesama musisi.
Jenazah Vidi dimakamkan pada Minggu pagi, 8 Maret 2026, di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, tepatnya di blok AA1 Blad 174, di area belakang makam Mohammad Hatta. Prosesi pemakaman yang berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB berlangsung khidmat di tengah hujan yang mengguyur kawasan pemakaman.
Sebelum dimakamkan, jenazah lebih dahulu disalatkan di Masjid Jami’ Ath-Thoyyibah yang berada tak jauh dari rumah duka di kawasan Cilandak Barat. Ratusan pelayat hadir untuk memberikan penghormatan terakhir, termasuk sejumlah figur publik seperti Anya Geraldine, Afgan, Rizky Febian, dan Prilly Latuconsina.
Mengenal Kanker Ginjal yang Diderita Vidi
Vidi Aldiano menghembuskan napas terakhir setelah berjuang melawan kanker ginjal selama sekitar enam tahun sejak pertama kali didiagnosis pada 2019. Dalam dunia medis, penyakit tersebut dikenal sebagai Renal Cell Carcinoma, jenis kanker ginjal yang paling sering ditemukan pada orang dewasa.
Ginjal sendiri berfungsi sebagai penyaring darah yang bekerja terus-menerus di dalam tubuh. Pada penderita kanker ginjal, sebagian sel di organ tersebut mengalami pertumbuhan tidak terkendali. Sel-sel abnormal ini kemudian membentuk tumor dan merusak jaringan di sekitarnya.
Penyakit ini kerap disebut sebagai “silent killer” karena pada tahap awal sering tidak menimbulkan keluhan yang jelas. Gejala biasanya baru muncul setelah tumor berkembang lebih besar.
Beberapa tanda yang dapat muncul antara lain:
- Darah pada urine yang membuat warnanya kemerahan atau kecokelatan
- Nyeri berkepanjangan di sisi punggung
- Kelelahan, penurunan nafsu makan, dan berat badan turun tanpa sebab jelas
- Munculnya benjolan di area samping perut pada stadium lanjut
Faktor risiko kanker ginjal meliputi usia, kebiasaan merokok, obesitas, tekanan darah tinggi, hingga riwayat keluarga. Dalam kasus Vidi, penyakit tersebut pertama kali terdeteksi ketika dokter menemukan tekanan darahnya sangat tinggi, meski ia tidak memiliki riwayat hipertensi.
Awal Diagnosis hingga Operasi
Kisah perjuangan Vidi bermula pada Oktober 2019 ketika ia memeriksakan diri ke dokter THT karena kehilangan suara—masalah serius bagi seorang penyanyi. Saat pemeriksaan, dokter menemukan tekanan darahnya tidak normal.
Kondisi tersebut memicu pemeriksaan lanjutan. Setelah menjalani tes medis hingga pemeriksaan USG di Singapura, dokter menemukan adanya tumor berukuran sekitar 5 sentimeter di ginjal kiri Vidi. Ia kemudian dinyatakan terdiagnosis mengidap kanker ginjal stadium tiga.
Pada 13 Desember 2019, Vidi menjalani operasi pengangkatan ginjal kiri di Singapura. Operasi tersebut berhasil, namun ia harus menjalani kehidupan dengan satu ginjal.
Perjuangan belum berhenti. Pada 2023, sel kanker kembali muncul dan menyebar ke beberapa bagian tubuh. Ia pun menjalani berbagai terapi lanjutan, termasuk kemoterapi secara berkala. Selain itu, Vidi juga sempat menjalani terapi alternatif berupa detoksifikasi di Thailand.
Meski harus menghadapi berbagai efek samping pengobatan dan sering keluar masuk rumah sakit, Vidi tetap berusaha berkarya. Baru pada November 2025 ia memutuskan mengambil jeda dari aktivitas publik untuk fokus menjalani perawatan.
Pelajaran Hidup dari Perjuangan Vidi
Selama menghadapi penyakitnya, Vidi menunjukkan sikap yang menginspirasi banyak orang. Ia bahkan pernah menyebut kanker sebagai “hadiah dari Tuhan” yang mengubah cara pandangnya terhadap hidup.
Dalam salah satu ungkapan pribadinya pada Desember 2025—sekitar tiga bulan sebelum wafat—Vidi menuliskan bahwa penyakit tersebut membuatnya belajar tentang kesabaran, keikhlasan, serta pentingnya menghargai orang-orang yang tulus di sekitarnya.
Sikapnya yang tetap bersyukur di tengah perjuangan panjang melawan kanker menjadi pelajaran berharga bagi banyak orang: bahwa cobaan hidup dapat menjadi titik balik untuk melihat kehidupan dengan cara yang berbeda.
Selamat Jalan, Vidi Aldiano
Kepergian Vidi Aldiano meninggalkan duka mendalam bagi dunia musik Indonesia. Lagu Status Palsu dan recover Nuansa bening lewat suaranya tak lekang sepanjang waktu. Semangatnya dalam menghadapi penyakit, serta pesan tentang rasa syukur dan ketabahan, akan terus dikenang.
Di usia yang masih muda, ia tidak hanya meninggalkan karya, tetapi juga inspirasi tentang bagaimana menghadapi kehidupan dengan keberanian dan hati yang lapang.










