Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi terjadi seiring dengan menguatnya harga minyak mentah dunia, meskipun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau relatif stabil.
LOPINEWS — Sepanjang Februari 2026, harga minyak mentah global menunjukkan tren kenaikan. Padahal, pada periode yang sama, kurs rupiah tidak mengalami fluktuasi signifikan terhadap dolar AS. Kedua faktor tersebut menjadi acuan utama dalam menentukan penyesuaian harga BBM non-subsidi di dalam negeri.
Berdasarkan data Refinitiv, rata-rata harga minyak Brent pada Februari 2026 mencapai US$69,37 per barel, meningkat 7,17% dibandingkan rata-rata Januari yang sebesar US$64,73 per barel. Sementara itu, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) juga naik 7,01% menjadi US$64,44 per barel, dari sebelumnya US$60,22 per barel pada Januari.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, seluruh perusahaan penyedia BBM di Indonesia menaikkan harga produk non-subsidi mereka mulai 1 Maret 2026. Beberapa di antaranya adalah SPBU PT Pertamina (Persero), Shell Indonesia, BP-AKR, serta PT Vivo Energy Indonesia.
Sebagai contoh, di SPBU Pertamina, harga Pertamax (RON 92) naik dari Rp11.800 menjadi Rp12.300 per liter. Pertamax Green (RON 95) juga meningkat dari Rp12.450 menjadi Rp12.900 per liter. Pertamax Turbo kini dibanderol Rp13.100 per liter dari sebelumnya Rp12.700 per liter. Untuk Dexlite, harganya naik dari Rp13.250 menjadi Rp14.200 per liter, sedangkan Pertamina Dex meningkat dari Rp13.500 menjadi Rp14.500 per liter.
Dalam keterangan resminya pada Senin (2/3/2026), Pertamina menyampaikan bahwa penyesuaian harga tersebut dilakukan untuk melaksanakan Keputusan Menteri ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022, yang merupakan perubahan atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 mengenai formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran BBM umum jenis bensin dan solar yang disalurkan melalui SPBU.
Sementara itu, harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite (RON 90) tetap dijual Rp10.000 per liter dan Solar Subsidi tetap Rp6.800 per liter.
Tidak hanya Pertamina, perusahaan swasta seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo juga melakukan penyesuaian harga BBM non-subsidi mereka. Kenaikan tersebut berlaku serentak per 1 Maret 2026. Meski demikian, masyarakat masih mendapat kepastian bahwa harga BBM subsidi seperti Pertalite dan BioSolar tetap stabil.
Berikut daftar harga BBM terbaru per 2 Maret 2026 di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya:
Pertamina (DKI Jakarta)
- Pertalite: Rp10.000 per liter
- Solar Subsidi: Rp6.800 per liter
- Pertamax: Rp12.300 per liter
- Pertamax Turbo: Rp13.100 per liter
- Pertamax Green 95: Rp12.900 per liter
- Dexlite: Rp14.200 per liter
- Pertamina Dex: Rp14.500 per liter
Shell
- Shell Super: Rp12.390 per liter
- Shell V-Power Diesel: Rp14.620 per liter
BP
- BP 92: Rp12.390 per liter
- BP Ultimate: Rp12.920 per liter
- BP Ultimate Diesel: Rp14.620 per liter
Vivo
- Vivo Revvo 92: Rp12.390 per liter
- Vivo Revvo 95: Rp12.930 per liter
- Vivo Diesel Primus: Rp14.610 per liter
BP-AKR (Jabodetabek)
- BP 92: Rp12.390 per liter
- BP Ultimate: Rp12.920 per liter
- BP Ultimate Diesel: Rp14.620 per liter
Dengan kenaikan harga minyak dunia yang cukup signifikan pada Februari, penyesuaian harga BBM non-subsidi di dalam negeri menjadi langkah yang diambil oleh seluruh penyedia BBM, sementara harga BBM subsidi tetap dipertahankan.
Sedangkan bagi masyarakat pengguna kendaraan di Pulau Sulawesi, PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga menetapkan penyesuaian harga BBM non-subsidi yang mulai berlaku pada 1 Maret 2026. Jika pada Februari lalu harga sempat turun, kali ini sejumlah produk BBM berkualitas di seluruh wilayah Sulawesi justru mengalami kenaikan.
Penyesuaian harga ini merupakan kebijakan berkala yang dilakukan Pertamina dengan mempertimbangkan rata-rata harga minyak mentah dunia (Indonesian Crude Price/ICP) serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Kebijakan tersebut juga dijalankan sesuai ketentuan pemerintah dalam Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 245.K/MG.01/MEM.M/2022 yang merupakan revisi atas Kepmen No. 62 K/12/MEM/2020 mengenai formula harga dasar BBM.
Meski harga pada lini Pertamax Series dan Dex Series mengalami kenaikan, Pertamina memastikan BBM bersubsidi tetap tidak berubah. Pertalite masih dipatok Rp10.000 per liter dan Biosolar tetap Rp6.800 per liter.
Berikut daftar harga terbaru BBM non-subsidi Pertamina yang berlaku mulai 1 Maret 2026 di enam provinsi di Pulau Sulawesi, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, dan Sulawesi Barat:
- Pertamax: Rp12.600 per liter (sebelumnya Rp12.100 per liter)
- Pertamax Turbo: Rp13.350 per liter (sebelumnya Rp13.000 per liter)
- Dexlite: Rp14.500 per liter (sebelumnya Rp13.550 per liter)
- Pertamina Dex: Rp14.800 per liter (sebelumnya Rp13.800 per liter)
Dengan kebijakan ini, harga BBM non-subsidi di wilayah Sulawesi resmi mengalami penyesuaian naik, sementara tarif BBM subsidi tetap dipertahankan.




